Sistem Aplikasi QR Code Efisiensi Administrasi Vaksinasi COVID-19 Berbasis Web untuk Percepatan Vaksinasi Nasional
Vaksinasi Covid-19 di Indonesia mulai dilakukan oleh pemerintah pada hari Rabu, tanggal 13 Januari 2021. Secara bertahap pelaksanaan sesuai dengan prioritas yang telah diatur oleh Kementerian Kesehatan sehingga ditargetkan dapat mencapai sekitar 188,5 juta orang tahun ini untuk mencapai herd immunity (70 persen penduduk Indonesia). Namun pada praktiknya pelaksanaan belum efisien dimana sampai April ini baru menyelesaikan vaksinasi untuk 18 juta dosis (2 dosis per orang), atau kurang lebih 9 juta penduduk Indonesia (5% dari target).
Saat ini pelaksanaan vaksinasi telah
dilaksanakan secara sistem, bekerja sama dengan BPJS dan Kementerian Komunikasi
dan Informatika (Peduli Lindungi) (website:
https://pcare.bpjs-kesehatan.go.id/vaksin/). Proses dibagi ke 4 (empat) tahap,
yaitu registrasi/verifikasi, skrining kesehatan, vaksinasi, dan observasi.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan masing-masing daerah,
namun secara tenaga mereka tidak mampu berjalan sendiri, sehingga meminta
bantuan pihak-pihak lain seperti kementerian pusat dan BUMN. Akibat dari hal
itu terjadi administrasi tambahan, yaitu administrasi sistem vaksin dan
administrasi dari pihak pendukung. Untuk mengefisiensikan administrasi itu,
dibuatlah aplikasi dengan basis QR Code untuk mempersingkat administrasi
vaksinasi di kementerian pusat dan BUMN.
Aplikasi ini memudahkan pendataan awal
karena data sudah dimiliki oleh masing-masing pihak yang telah diinputkan ke
dalam aplikasi, sehingga tidak perlu ada administrasi manual. Kemudian peserta
vaksin diarahkan untuk mengisi data diri dan self skrining sehingga memudahkan
petugas administrasi dan tenaga kesehatan dalam melakukan skrining kesehatan
sebelum vaksinasi. Aplikasi ini mempersingkat tugas selama pelaksanaan
vaksinasi dan sesudah pelaksanaan (berupa laporan yang sudah diotomatisasi).

Komentar
Posting Komentar